helllo everybody!! kembalilagi bersamasaya kicay alias cayut. ok mungkin udah lama banget guegak ngeblog.ini di sebabkan, gw lagi ketagihan twitter ciing. jngan lupa ya follow! to the point aja ya cin,kali ini gw mau ngabahas tentang "mengucapkan selamat natal" ayo pada ngaku, pasti kalian semua bertanya-tanya. boleh gak sih?? dosa gak sih?? ok gw akan memberikan pendapat
ini dia pendapat gw :
ok, mungkin selama ini banyak omongan yang menyebutkan bahwa, mengucapkan selamat hari raya natal bagi seorang muslim itu di larang. tapi kita juga tidak tau menau dasar dari presepsi tersebut. gw pun masih bertanya-tanya. dan pikiran gw pun menerawang, apakah ada surat atau dalil yang mendasari pernyataan tersebut. but you know kan kalo saya itu akhlak nya masih dangkal, so saya tidak tau menahu tentang itu. tapi gw bertekad untuk mempelajari al-quran lebih dalam. tapi sekarang gw mau memberikan pendapat gw. tapi sebelum nya gw mohon maaf kalo ada kata-kata yang menyinggung, gw gak bermaksud menyinggung atau merendahkan siapa pun. gw hanya mau berpendapat. lebih baik jujur daripada munafik. dan lebih baik di asingkan daripada munafik,kata soe hoek gie. malam itu saat gue dalam perjalanan bersama aa gw dan teteh, menuju bioskop. tiba tiba teteh gw nanya "ki lagi itu ngucapin natal gak" gw pun menjawab "ngucapin emang kenapa" teteh gw "ih kan gak boleh (dengan nada nyolot) gw "hah kata siapa?" dan aa gw pun ngikut nimbrung, "oh iya ya, risma tau dari mana?" teteh "dari pengajian risma kata nya gak boleh" dalam hati gw : serius lo aneh banget dan gw pun angkat bicara "emang ya?di surat apa?? hadiss apa? gimana dong temen kiki kan banyak yang non muslim" teteh gw menjawab "( dia kaya nya cengo mau jawab apa) iya teteh juga basa-basi aja" aa gw pun angkat bicara. tapi gw gak apal jadi gak gw tulis deh. tapi menurut gw pribadi islam kan agama yang mencintai perdamaian dan menurut gw kalo orang islam sendiri ngomong kaya gitu, sama aja menyulut permushuan. kita juga tinggal di indonesia yang berasaskan pancasila. masih pada inget gak 'bhineka tunggal ika" yang arti nya, berbeda-beda tetep satu jua. dan kenapa para pendahulu kita merumuskan itu dalam dasar negara kita, meraka menginginkan rakyat indonesia hidupberdampingan,damai sejahtera dan tetap bersti walupun berbeda-beda ras,suku dan agama. adakah kita mengingat tujua mulia itu. apakan kalian masih ingat pelajaran pkn tentang "tenggang rasa" dan kita juga harus ingat kawan-kawan kita juga mengucapkan selamat apabila kita sedang merayakan har raya. apakah agama mereka melarang?? tidak. mungkin mulai saat ini kita harus memahami betapa indah nya dunia ini dengan perbedaan. dan satu point "semua agama mengajarkan kebaikan bukan keburukan maupin permusuhan" dan biarkanlah orang lain menyebut TUHAN sesuai dengan kepercayaan mereka, biarpun itu "ALLAH,JESUS,BUDHA" dan lain nya. dan jagalah karunia tuhan ini. jagalah perdamaian ini jangan sampai kita lupa biarpun berbeda kita tetap SATU.